October 17, 2021
Petunjuk Lewat Mimpi

Petunjuk Allah Lewat Mimpi

Read Time:5 Minute, 46 Second
Petunjuk Allah Lewat Mimpi

Saat ini, badai terburuk sedang menerjang hidupku. Aku bertengkar hebat dengan Papa dan Ibu tiriku. Di puncak kemarahannya, Papa, satu-satunya tempatku berlindung saat ini, mengusirku!! Bukan hanya itu, Papa juga tidak lagi membiayai uang sekolahku sehingga aku terancam putus sekolah.

Betapa hancurnya hidupku … Keluargaku berantakan, masa depanku suram dan sekarang Papa mengusirku. Dimana aku harus tinggal? Bagaimana kelanjutan sekolahku? Ya Allah, mungkinkah aku dapat bahagia?

Tapi Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim mendengar jeritan hatiku dan memberi petunjuk lewat mimpi. Dan kemudian terjadilah keajaiban demi keajaiban …..

Mimpiku, Rahasiaku

Sebenarnya ada rahasia yang belum aku ceritakan. Aku pernah mengalami sebuah pengalaman yang sangat aneh namun luar biasa. Pengalaman aneh itu telah mengubah hidupku secara total sampai sekarang.

Kejadiannya lebih dari setahun yang lalu. Saat itu aku sedang mengalami saat-saat tertekan dan frustasi karena perselingkuhan mama yang berlanjut pada perceraian orangtuaku. Aku mendapat mimpi didatangi oleh sosok seperti manusia namun tertutupi oleh cahaya yang sangat terang. Aku sama sekali tidak bisa melihat wajahnya. Sosok itu kemudian mulai berjalan mendekat ke arahku sambil merentangkan tanganNya, seolah-olah ingin memelukku. Tapi tiba-tiba aku terbangun.

Di satu sisi, aku bingung dan takut pada sosok dalam mimpi itu. Tapi disaat yang sama, aku merasakan rasa tenang, tentram, dan damai sejahtera yang begitu kuat dan belum pernah kurasakan sebelumnya. Berhari-hari aku tidak bisa melupakan sosok itu. Tangannya yang terbuka lebar dan ingin memelukku begitu memberikan kedamaian dalam hatiku. Sejak berbagai masalah menimpa keluargaku, aku merasakan kekosongan dalam hati. Aku sangat merindukan kasih sayang orang tua dan rumah yang penuh dengan kedamaian. Dan sosok dalam mimpi itu seolah-olah menawarkan semua yang jiwaku butuhkan saat itu.

“Siapa Dia? Apa yang ingin Dia lakukan kepadaku?” banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku.

Awalnya aku tidak akan menceritakan pada siapapun mimpiku ini. Tapi lama kelamaan aku tidak tahan juga untuk cerita pada seseorang. Akhirnya aku bercerita kepada beberapa orang teman dekatku. Kebanyakan teman-temanku berkata “Itu cuma mimpi, Liv …. mimpi itu hanya bunga tidur. Apalagi kamu kan sedang banyak masalah.” Namun hal berbeda kudapat ketika aku bercerita pada seorang teman dekatku, yang beragama Nasrani. “Wah kamu didatengin Tuhan Yesus, Liv. Keren ya kamu, bisa didatengin lewat mimpi gitu”

Yesus…? Setahuku Yesus adalah nabi yang dianggap Tuhan oleh orang-orang Kristen. Di agamaku dia dikenal sebagai Isa Al-Masih. Apakah benar Isa-Almasih adalah sosok yang mendatangiku melalui mimpi? Kalau iya, mengapa Dia datang dalam mimpiku? Berbagai pertanyaan ini kusimpan dalam hatiku.

Pencarianku Akan Isa

Mimpi aneh ini, membuatku menjadi sangat penasaran. Aku mulai banyak bertanya pada temanku yang berbeda keyakinan ini, tapi penjelasannya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hatiku. Lalu dia menyarankan aku untuk membaca kitab Injil. “Kenapa aku harus baca kitab Injil?” tanyaku. “Karena jawabannya ada disitu” jawabnya. Perkataan ini membuatku bingung.  Sebab buat kami, menyentuh kitab Injil adalah haram, apalagi sampai harus membacanya.

Karena takut berdosa, aku mengabaikan saran teman Nasrani itu. Tetapi, aku mulai mencari film-film tentang Isa Al-Masih di Youtube. Film-film itu mengisahkan tentang perjalanan hidup Isa, mulai dari kelahiranNya sampai kematianNya. Namun, aku masih belum puas dan menjadi semakin  penasaran. Akhirnya… walaupun dengan agak takut, aku memberanikan untuk mendownload aplikasi yang memuat Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil di HPku. Aku mulai membaca dari awal. Tapi aku masih tidak mengerti. Sehingga aku mulai membacanya secara acak.

Tiba-tiba aku membaca ayat yang bunyinya seperti ini: “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!” (kitab Zabur 42:12)

Aku sempat bingung dengan kata “Allah” yang tertulis di situ. Apakah “Allah” yang ada di ayat tersebut sama dengan Allah dalam agamaku? Namun ayat itu menarik hatiku, seolah-olah Allah sendiri yang bertanya kepadaku tentang keadaan hatiku. Ayat ini seolah mengatakan bahwa aku tidak boleh ragu, karena Allah-lah yang akan menolongku. Saat itu entah mengapa, aku memiliki suatu keyakinan bahwa Allah yang akan menuntunku untuk mendapatkan jawaban kegalauanku.

Kasih Isa Membuatku Berbeda

Teman sekelasku yang Nasrani ini tinggal di sebuah asrama. Dia dan teman-temannya secara rutin mengadakan acara berdoa dan ibadah bersama. Sejak aku bertanya tentang Isa padanya, dia selalu mengajakku untuk ikut kegiatan mereka.

Sekali dua kali aku coba ikut acara-acara mereka. Lama kelamaan aku suka dengan kegiatan-kegiatan mereka dan mulai menikmati ibadahnya. Di situlah aku mulai lebih mengenal Isa Almasih dan ajaran-ajaranNya. Semakin aku belajar tentang Isa Al-Masih semakin aku mengagumi pribadiNya. Dia sosok yang penuh kasih dan lemah lembut.

Dalam agamaku, Allah itu bukanlah sosok penuh kasih, terlebih lagi aku juga tidak melihat kasih di keluargaku maupun orang-orang terdekatku. Tapi setelah aku semakin mengenal Isa Al-Masih, aku mengerti pribadi Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Aku juga melihat pengikut Isa Al-Masih berbeda. Mereka penuh kasih dan senang membantu. Kebencian dan kepahitan yang selama ini aku alami seolah-olah hilang, berganti dengan semakin dalamnya kasih Allah yang kurasakan di dalam jiwaku. Terlebih lagi, Allah hadir sebagai Bapa buatku, menggantikan sosok papa yang sudah mengusir anaknya sendiri.

Berbagai perubahan positif aku rasakan. Sebelum mengenal Isa Almasih, aku adalah orang emosional dan pendendam. Sulit buatku untuk mengampuni orang lain, apalagi orang-orang terdekat yang sudah sangat melukai perasaanku. Bila aku marah, aku sering tidak dapat mengontrol emosiku. Namun setelah aku mengenal Isa Al-Masih, aku berubah drastis.  Aku menjadi lebih sabar dan bersikap tenang, karena hatiku penuh kedamaian dan kasih.

Isa Al-masih-lah yang menguatkan aku untuk dapat bertahan di tengah badai keluargaku. Dia menguatkan aku untuk mengampuni mama dan papa yang telah melukai perasaanku. Dia juga yang membuatku dapat bertahan di rumah dengan Ibu tiriku walaupun sikap Ibu tiriku yang selalu melukai hati.

Sekarang Allah memberiku keluarga yang baru, teman-temanku di asrama. Di sana aku merasakan kasih dan semakin belajar mengenal Isa Al-Masih. Sampai kemudian aku benar-benar jatuh cinta padaNya dan mengambil keputusan untuk menjadi pengikutNya.

Isa Al-Masih Menolongku

Ketika Papa mengusirku, awalnya aku bingung harus kemana. Dan aku berdoa “Ya Bapa, aku anakMu. Tolonglah aku ya Isa-Almasih, aku perlu bantuanMu.” hanya itu doa yang bisa aku ucapkan saat itu. Saat itu yang terlintas di pikiranku adalah teman-temanku di asrama. Ada keyakinan hatiku bahwa mereka pasti mau membantuku.

Mereka sangat terkejut saat aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku, Aku juga menceritakan kondisiku kepada ketua asrama dan bapak/ibu gembala di tempat itu. Akhirnya karena mereka kasihan melihat kondisiku, Ibu gembala menyuruhku tinggal di asrama sementara waktu, walaupun sebenarnya tidak memungkinkan buatku untuk tinggal di asrama. Alhamdulilah, Allah Maha Baik. Aku sangat bersyukur, setidaknya malam ini aku punya tempat untuk tidur daripada terlunta-lunta dijalanan. Aku berterima kasih kepada teman-teman yang sekarang menjadi keluargaku dalam Isa Al-Masih yang telah menolongku.

Terima kasih ya Isa Al-Masih, aku bisa punya tempat tinggal walaupun cuma sementara. Bersyukur aku masih punya tempat untuk berteduh. Dan aku menyerahkan masalah-masalahku yang lain dan masa depanku ke tangan-Mu …

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anak Broken Home Previous post Aku Anak Broken Home, Ya Allah Mungkinkah Aku Bahagia?
Petunjuk Lewat Mimpi Next post Petunjuk Allah Lewat Mimpi (Part 2)