October 17, 2021
Pacar Suamiku

Pacar-pacar Suamiku

Read Time:5 Minute, 24 Second
Pacar Suamiku

Tak pernah aku bisa lupa kejadian di hari itu. Tiba-tiba seorang wanita datang ke rumah mencariku. Dengan wajah yang tidak menunjukkan rasa malu apalagi bersalah, wanita itu memperkenalkan dirinya “Saya Ratna, pacar suami mba,” Lebih parahnya, tanpa basa-basi dia kemudian memohon padaku untuk bersedia di madu.

Sanggupkah aku untuk dimadu? Mampukah aku menjalani hidupku dengan perasaan tidak dicintai dan terluka seperti ini? Apalagi penghianatan ini tidak terjadi sekali, tetapi berulang kali. Namaku Desi. Inilah awal dari badai rumah tangga yang menghancurkan hidupku, sebelum aku bertemu dengan Isa Al-Masih, cinta sejatiku …

Awal Pernikahan

Saat itu, aku hanya diam, bingung … tidak tahu harus menjawab apa. Rasanya ulu hatiku seperti ditusuk-tusuk sebilah pisau yang sangat tajam. Sakit sekali rasanya. Jantungku berdetak kencang tak beraturan. Rasanya dunia seperti kiamat mendengarnya. Hancurlah impianku akan sebuah keluarga yang bahagia dan langgeng.

Suamiku pun mengakui perbuatannya. Dan berulang kali meminta maaf.  Menurut suamiku, sebenarnya dia ingin meninggalkan wanita itu, tapi wanita itu terus mengejarnya. Entahlah, apakah aku bisa percaya ucapannya atau tidak.

Aku bisa memaafkan dia, Tapi sulit bagiku untuk mencintainya seperti dulu lagi. Hati ini sudah terlanjur terluka dengan sangat dalam. Sejak saat itu, aku melalui hari-hari tersuram dalam hidupku.

Anak pertamaku baru berumur 5 tahun saat itu. Kebahagiaan yang coba aku bangun dalam rumah tangga hancur berkeping-keping. Aku tidak pernah menyangka bahwa suamiku akan selingkuh dan tega menduakanku.

Sebenarnya, di bulan-bulan awal pernikahan, aku memang sudah sering curiga pada suamiku. Sikapnya sering mencurigakan. Dia sering pulang malam tanpa alasan tidak jelas. Aku juga sering memergoki dia chating dengan wanita.

Tapi setiap kali aku bertanya tentang kecurigaanku, suamiku mampu memberi jawaban yang masuk akal. Dan kemudian bersikap manis padaku, Sehingga aku percaya suamiku adalah suami yang baik dan setia. Tidak mungkin dia tega menduakan aku.

Dari dulu memang dia dikagumi banyak wanita. Selain ganteng, juga karena sikap lembutnya mampu meluluhkan hati banyak wanita. Aku merasa sangat tersanjung ketika dia menyatakan ingin serius denganku dan akan menikahiku. Aku merasa sangat beruntung mendapatkan pria yang aku cintai, apalagi usiaku saat itu sudah hampir menginjak kepala tiga.

Ah, begitu bahagianya aku saat itu. Menikah adalah impian terbesarku. Dan akhirnya kebahagiaan yang kuidam-idamkan selama ini ada di depan mata. Aku berharap suamiku dapat memberikan kebahagiaan seperti yang kuimpikan. Aku bertekad membangun penikahan yang langgeng dan bahagia sampai maut memisahkan kami. Aku berharap ini adalah pernikahan yang pertama dan terakhir. Dan aku akan melakukan apapun untuk mewujudkannya. Tapi hari itu, semua impian dan harapan hancur berantakan. Bodohnya aku. Ternyata di belakangku, suamiku sudah lama menjalani hubungan dengan wanita lain.

Pindah Ke Kota Lain

Ratna, wanita selingkuhan suami, malah semakin ingin memiliki suamiku. Dan suamiku kelihatannya seperti tidak berdaya. Hubungan mereka semakin hari semakin sulit dipisahkan. Sehingga perselingkuhan ini terus terjadi sampai akhirnya keluarga suamiku tahu masalah ini.

Orang tua dari suamiku berusaha menolong kami dan terlibat langsung dalam masalah ini.  Mereka dengan mati-matian berusaha memisahkan suamiku dengan selingkuhannya, sampai kemudian diputuskan untuk memindahkan suamiku ke kota B.

Walaupun berat, aku menerima keputusan mertuaku untuk memindahkan suamiku ke kota B. Dengan anggapan ini mungkin jalan satu-satunya untuk memisahkan suamiku dengan selingkuhannya. Dengan jarak yang jauh tentu wanita itu akan sulit mencari suamiku.

Mertuaku mengatur supaya suami terlebih dulu yang pindah ke B, lalu kemudian mereka menyuruhku untuk menyusul suamiku ke B dan tinggal di sana. Aku pun menurut dan melakukan apa yang direncanakan mertua.

Bagiku tidak mudah untuk pergi pindah kota. Aku harus resign dari pekerjaanku dan meninggalkan kota tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku juga harus rela berjauhan dengan orangtua dan adik-adikku di kota J. Tapi aku rela melakukannya demi mempertahankan keutuhan rumah tanggaku.

Terluka Lagi

Maka tibalah hari yang ditentukan, aku menyusul suamiku pindah ke kota B. Anak keduaku baru berumur 8 bulan saat itu. Aku bawa kedua anakku naik bis ke kota B. Perjalanan yang jauh dan melelahkan. Tapi aku harus menjalaninya.

Pada saat aku tiba di kota B, aku berharap suamiku akan menjemput dan menyambut kami.  Tapi ternyata dia tidak bisa dihubungi.  Aku coba mengkontak teman-temannya yang aku tahu di kota B. Kemudian melalui salah satu temannya, aku mendapat informasi di mana dia biasanya berada. Dengan susah payah sambil membawa barang dan 2 anak, aku pun menyusul dia ke sana.

Tapi yang kenyataan yang kutemukan sangat mengejutkanku. Ternyata suamiku sedang bersama wanita. Ya Tuhan, ternyata suami kembali berselingkuh. Usul mertuaku memindahkan dia ke kota B ternyata sia-sia saja. Suamiku malah menjalin hubungan lagi dengan wanita lain secara diam-diam.  Aku marah sekali saat itu. Luka lama yang belum sembuh seperti terkoyak kembali. Saat itu aku berada di titik paling putus asa dalam hidupku. Aku sudah tidak sanggup lagi bertahan. Terpikir saat itu bahwa aku mengakhiri semuanya.

Aku Pikir Suamiku Berubah

Lagi-lagi suamiku meminta maaf kepadaku. Dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dia berjanji ingin mempertahankan rumah tangga kami. Tapi tidak mudah bagiku melupakan semua perbuatannya yang telah melukaiku. Aku lelah, aku hanya  ingin bahagia dan melanjutkan hidupku, walaupun luka di hatiku mungkin tidak akan pernah sembuh. Rasanya sudah tidak bisa lagi mempercayainya.

Namun saat itu, suamiku benar-benar serius ingin berubah. Aku melihat usahanya ingin mempertahankan rumah tangga kami. Dengan bersusah payah dan melalui banyak proses, akhirnya kami bisa rukun kembali dan tidak sampai berpisah. Setelah 2 tahun tinggal di kota B, suamiku mendapatkan tawaran kerja yang lebih baik di kota asal kami, kota J. Aku setuju dengan keputusan dia untuk mengambil pekerjaan ini. Toh rumah tangga kami sudah kembali rukun dan baik-baik saja. Dan kami pun sepakat untuk kembali ke kota J.

Namun, setelah beberapa lama tinggal di kota J, sifat lamanya kambuh lagi. Aku pikir suamiku sudah benar-benar berubah. Tetapi ternyata tidak. Suamiku kembali bermain wanita. Malah sekarang semakin parah. suamiku makin gila wanita. Perselingkuhannya kali ini tidak cuma sekali tetapi dilakukannya berkali-kali. Kalau saat ini ketahuan maka suamiku akan berhenti untuk sementara. Tak lama kemudian dia kembali bermain wanita lagi. Ketahuan lagi, berhenti dan bermain lagi dengan wanita yang lain lagi. Begitu terus selama bertahun-tahun.

Rasa sakit sudah menjadi hal yang biasa kurasakan selama itu. Tak terhitung lagi berapa kali hatiku terluka. Luka yang yang satu masih segar, luka yang baru sudah ada. Dan kemudian, selanjutnya terjadilah hal-hal yang lebih buruk lagi, jauh lebih buruk dan tidak terpikir olehku sebelumnya. Seolah suamiku belum puas menyakitiku dengan pacar-pacarnya. Kelakukannya makin tidak masuk akal dan tidak terkendali. Entah apa yang merasukinya. Dapatkah aku terus bertahan dengan kondisi seperti ini?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petunjuk Lewat Mimpi Previous post Petunjuk Allah Lewat Mimpi (Part 2)
Terjerat Wanita & Hutang Next post Suamiku Semakin Terjerat Wanita & Hutang