October 17, 2021
Terjerat Wanita & Hutang

Suamiku Semakin Terjerat Wanita & Hutang

Read Time:4 Minute, 57 Second
Terjerat Wanita & Hutang

Sembilan tahun sudah aku mencoba bertahan, dan inilah titik terendah dalam hidupku. Seolah belum puas suamiku menyakitiku dengan wanita-wanitanya, dia juga menyiksaku dengan hutang-hutangnya yang luar biasa banyaknya. Hari demi hari aku lalui dengan stress dan ketakutan dengan penagih-penagih hutang yang datang ke rumah.

Dan kelakukan suamiku makin tidak masuk akal dan di luar batas. Dan terjadilah kejadian demi kejadian yang menyakitkan yang membongkar lebih banyak lagi kepalsuan dan kebohongannya. Ya Allah, rasanya aku sudah tidak sanggup …

Akhir Dari Pernikahan Kami

Satu hal yang paling membuatku muak adalah suamiku selalu ingin terlihat sebagai mapan dan kaya di hadapan pacar-pacarnya itu. Memang, butuh uang banyak untuk “membeli cinta” wanita-wanita itu. Akibatnya dia sering menggunakan uang di luar kemampuannya untuk berfoya-foya sehingga dia lupa akan tanggungjawab terhadap istri dan kedua anaknya.

Dan semakin parahnya, suami sering memanfaatkan orang dan memakai cara-cara yang tidak benar agar dapat berhutang dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk memuaskan ambisi dan nafsu dia bermain wanita. Suamiku tidak pernah lagi membiayai kebutuhan rumah tangga. Semua uangnya dia digunakan untuk bermain wanita. Ini membuat hidupku semakin hancur berantakan dan keuangan keluarga kami terus menurun drastis.

Tahun demi tahun berlalu. Dan setiap tahun dengan masalah yang sama yaitu wanita dan hutang. Hidupku semakin kacau, frustasi dan stress karena sering datang orang menagih hutang ke rumah. Hampir selalu mereka datang sambil marah-marah. Dan tidak pernah sekali pun suamiku mau menemui mereka. Sehingga aku selalu yang dikorbankan untuk menghadapi orang-orang ini.

Klimaksnya pada tahun ke-9 ketika aku memergoki dia sedang bermain dengan seorang wanita. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi, sehingga saat itu aku melampiaskan semua kemarahan yang terpendam selama ini. Dan kami pun bertengkar hebat di malam itu. Ia tidak terima, sampai akhirnya keluarlah kata-kata dari mulutmya : cerai !! Sempat aku terkejut dengan ucapannya. Selama ini aku mencoba bertahan sekuat tenaga supaya tidak terjadi perpisahan di antara kami, demi anak-anak.

Aku diam tapi jujur aku sangat kecewa dengan keputusan dia, rumah tangga yang sudah aku pertahankan dengan penuh air mata akhirnya harus berakhir. Namun aku sadar, masalah rumah tanggaku sudah sangat rentan sekali untuk dipertahankan. Walaupun aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk menjaganya, tetapi rasanya memang sulit untuk dipertahankan lagi. Akhirnya aku berada dititik pasrahku menerima keputusan dia untuk bercerai. Mungkin sudah jalan Tuhan bagi keluargaku. Akhirnya aku menerima keputusan dia untuk bercerai.

Kebohongan-kebohongan Semakin Terungkap

Dan proses perceraian pun dimulai. Aku sengaja tidak datang ke pengadilan. Aku sudah sangat letih, aku hanya ingin semua ini cepat berakhir. Lagipula dia yang menginginkan perpisahan ini. Di saat proses perceraian ini, aku juga tahu bahwa suamiku tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita. Dan bahkan sedang dalam tahap serius dan akan melanjutkannya ke jenjang pernikahan. Tapi ya sudahlah, aku sudah tidak peduli. Bertahun tahun sudah terlalu sering hatiku disakiti, rasanya aku jadi mati rasa.

Tapi entah mengapa, dalam proses perceraian ini, mertuaku berubah sikap kepadaku. Aku heran, karena selama ini mertuaku selalu baik kepada aku dan anak-anak. Tapi ternyata, selama ini mereka menyimpan banyak kepalsuan dan kebohongan. Dan semua ini terbongkar ketika suatu hari pacar suamiku mengkontak aku lewat facebook. Ternyata selama ini dia mencari informasi tentang siapa suamiku sebenarnya dan apa motifnya mendekati dia. Dari wanita itulah aku baru tahu ternyata mertuaku malah bersikap sangat baik pada wanita itu. Parahnya, merekalah yang ternyata mendorong suamiku untuk segera menikahi wanita tersebut.

Bukan hanya itu. Mereka juga menjelekkan dan memutar balikkan semua fakta seolah-olah aku yang salah dan menyakiti suamiku. Aku sakit hati dengan sikap mertuaku seperti itu. Tak kusangka, mereka tega melakukan itu kepadaku. Mertuaku juga mengatakan pada wanita itu bahwa status suamiku saat itu sudah duda. Padahal proses perceraian baru saja akan dimulai !! Awalnya pacar suamiku itu tidak percaya ketika aku katakan bahwa kami belum resmi bercerai. Dia masih percaya dengan apa yang suamiku dan orangtuanya katakan. Dia meminta banyak bukti kepadaku dan aku menunjukkan semuanya.

Akhirnya terungkap juga alasan mengapa mereka melakukan ini kepadaku. Ternyata pacar  suamiku itu adalah orang yang sangat kaya. Jauh berbeda dengan kondisi keluargaku. Ternyata saat itu, mertuaku juga sedang mengalami masalah keuangan yang parah, salah satunya karena hutang-hutang suamiku. Sehingga mereka berharap bila suamiku menikahi pacarnya yang kaya ini, kondisi keuangan mereka akan tertolong. Akhirnya pacar suamiku itu percaya penjelasanku. Tak lama kemudian aku mendapat kabar bahwa dia akhirnya meninggalkan suamiku karena dia sudah tahu semua kebenarannya.

Setelah Resmi Bercerai pun Masalah Belum Selesai

Tak lama setelah kejadian itu, kami pun resmi bercerai. Aku mengira bahwa setelah perceraian semua masalah akan selesai. Ternyata tidak. Pada saat proses perceraian diam-diam suamiku mencuri BPKP motor adikku. Dia menggadaikannya tanpa sepengetahuan kami. Jadi tiba-tiba orang dari kantor pengadaian memberi surat peringatan kepadaku.

Kebetulan yang menerimanya adalah adikku, pemilik motor tersebut. Pada saat ia menerimanya, ia sangat kaget dan merasa bahwa dia tidak pernah menggadaikan motornya. Akhirnya kami pergi ke kantor pegadaian untuk memeriksanya. Ternyata benar bahwa motor tersebut digadaikan atas nama mantan suamiku. Rasanya marah sekali aku saat itu. Kok masih bisa dalam keadaan seperti ini dia terus menyakiti perasaanku. Malah sekarang melibatkan keluargaku. Betapa memalukan! Tidak hanya masalah BPKP, suamiku juga tega mencuri uang ibuku. Padahal Ibuku sangat baik padanya.  Pada saat dia pengangguran ibuku yang banyak menolong dia dan keluargaku untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari.

Ibuku juga bahkan yang membayarkan DP untuk motornya dan membelikan dia HP. Lebih sakitnya lagi ternyata HP yang dibelikan ibuku untuknya, malah digunakan untuk menghubungi pacar-pacarnya, bahkan dijual kembali olehnya, hal ini sangat tidak menghargai ibuku. Jika aku yang disakiti tidak masalah bagiku, tetapi kalau sudah melibatkan keluarga, aku sungguh tidak bisa menerima.

Aku semakin membenci suamiku. Juga keluarganya. Rasanya sulit sekali memaafkan apa yang mereka sudah lakukan kepadaku dan keluargaku. Aku tidak akan pernah sudi bertemu dengan mereka lagi. Setiap hari aku dipenuhi rasa kebencian dan penyesalan karena pernah membiarkan mereka masuk ke dalam hidupku. Namun di sisi lain aku bersyukur karena pada akhirnya aku mengetahui kepalsuan dan kebohongan mereka selama ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pacar Suamiku Previous post Pacar-pacar Suamiku
Kebahagiaan & Cinta Sejati Next post Akhirnya Kudapatkan Kebahagiaan & Cinta Sejatiku