October 17, 2021
Jatuh Cinta

Dari Hiburan Malam, Kini Jatuh Cinta Pada Isa Al-Masih

Read Time:4 Minute, 7 Second
Jatuh Cinta

Setelah lahiran, uang gue habis sama sekali. Gue harus kembali kerja. Apalagi sekarang gue punya bayi. Masa-masa sulit ini gue hadapi sendiri. Sampai akhirnya gue berjumpa dengan Dia, yang mengubah total hidup gue. Dan kini gue jatuh cinta …..

Titik Awal Mencari Kebenaran

Suatu hari, sehabis kerja gue malas pulang. Malas ketemu koko pemilik kosan dan denger omelannya karena telat bayar kosan. Jadi gue nongkrong-nongkrong dulu.

Security yang kerja di situ heran lihat gue jam segini belum pulang. Akhirnya kami ngobrol, lama kelamaan jadi curhat. Kami jadi makin dekat dan akhirnya pacaran. Dia tahu kondisi gue, sayang sama anak gue dan juga dekat dengan keluarga. Tapi sayang, kami berbeda agama.  

Gue sering komentar tentang agama dia. 

“Lu kenapa sih jadi K******. Lu itu nyembah manusia. Lu tahu nggak agama lu itu kafir. “

Dia cuma senyam-senyum saja. Sebel melihat responnya yang cuek. Sikapnya ini membuat gue makin pengen buktiin kalau dia salah. 

Suatu kali gue bilang sama dia, “Lu siap-siap deh masuk neraka” 

Tapi dengan enteng dia jawab, “Kalau lu sendiri yang masuk neraka, siap nggak?

Entah kenapa ucapan itu bikin gue dongkol banget. Gue nggak terima. “sialan ni orang, ngata-ngatain gue bakal masuk neraka. Gue bakal buktiin omongan gue bener. Lu lihat ya, gue akan buktiin lu ada di jalan yang salah,” pikir gue saat itu. 

Tak lama kami putus. Tapi semangat gue untuk buktiin dia salah, masih kuat. Tekad ini membuat gue makin penasaran buat cari tahu tentang kebenaran.  

Setahun lebih gue belajar sendirian, kemudian gue kenal dengan seorang penganut agama itu, sebut saja namanya Pak Kris. Gue pikir dia adalah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan gue.

Dan dengan sabar, dia menjawab semua pertanyaan gue. Sampai suatu hari dia bilang ingin berdoa buat gue. Gue mau saja, gue pikir apa salahnya didoakan. Lalu Pak Kris berdoa dengan menaruh tangannya di kepala. Dalam doanya, berkali-kali dia menyebut Tuhan itu baik, Tuhan itu penuh kasih. 

Gue belum pernah dengar doa kayak gini.  Walaupun aneh cara doanya, tapi gue merasakan ada sesuatu yang berbeda. Gue merasakan Tuhan yang disebut dalam doanya benar-benar Tuhan yang baik, berbeda dengan Allah yang gue kenal selama ini. Kata-kata doa itu terus terngiang: Tuhan yang baik, Tuhan yang penuh kasih.

Merasakan Kebaikan Allah

Saat itu masalah besar gue adalah gimana gue bisa bawa anak ini ke rumah keluarga. Apa kata orang kalau gue pulang bawa anak tanpa suami. 

Akhirnya dibuatlah skenario, anak ini dibawa sama bibi dengan cerita kalau bibi dikasih anak karena bapaknya meninggal dan ibunya tidak sanggup merawat karena anaknya banyak. 

Dan kemudian saat bibi pulang bawa anak, satu kampung datang ke rumah, kepo dan pengen lihat anak yang dibawa bibi. Beritapun menyebar dengan cepat. Awalnya keluarga dan tetangga percaya anak ini anak Bibi. Tapi lama kelamaan orang mulai curiga karena muka anak ini mirip banget sama gue. 

Mulailah banyak orang bergunjing di belakang gue. Walaupun nggak ngomong langsung, gue merasa orang-orang mulai curiga. Akibatnya gue jadi takut ketemu orang. Rasanya kalau ketemu orang seperti ketemu setan. Dari cara mereka memandang, gue jadi merasa dipojokkan. Jadi serba salah dan akibatnya jadi benci diri sendiri. 

Sebenarnya gue nggak bermaksud bohongin orang-orang. Yang gue pikirkan adalah nama baik Paman gue yang seorang ustad. Sebagai ustad yang baru naik daun, namanya akan hancur dan orang tidak percaya lagi. Dan keluarga pasti kecewa dan marah. 

Jujur gue ngga keberatan orang tahu anak ini adalah anak gue. Tapi demi keluarga, gue rela mengalah.  

Kondisi ini membuat gue stress banget. Tapi dalam setiap kebingungan, gue selalu teringat kata-kata Pak Kris: Tuhan itu baik dan penuh kasih. Entah mengapa kata-kata membuat gue tenang. Gue yakin kalau gue minta tolong sama Tuhan, Tuhan akan menolong gue. 

Walaupun gue belum kenal, tapi gue punya iman sama Tuhan. Setiap kali sedang gendong anak, lalu ada tetangga yang nyamperin, gue langsung panik. Gue langsung berseru, “Tuhan tolong!”. Dan tak lama pikiran gue tenang, udah percaya aja, Tuhan itu baik. 

Dan kemudian kondisi berubah, tetangga seolah tidak berani komentar apa-apa soal anak ini. Padahal biasanya tetangga di lingkungan gue kepo banget dan paling suka gosip. Ada juga tetangga yang nyeplos ngomong. Tapi entah bagaimana keadaan berubah. Bahkan tak jarang orang itu malah minta maaf. 

Dua tahun lebih gue mengalami pertolongan Tuhan. Dari Pak Kris, gue makin banyak belajar  tentang Tuhan. Sedikit demi sedikit gue mulai paham tentang Allah, tentang siapa Isa Al-Masih. Dan gue makin jatuh cinta pada Isa Al-Masih. Gue seperti tersadar, Dialah sosok yang gue rasakan dekat dan menyertai gue saat-saat sulit dan di masa gelap dalam hidup gue. 

Gue juga makin sadar pekerjaan gue adalah pekerjaan kotor dan tidak berkenan buat Tuhan. Tapi gue belum terpikir pekerjaan lain. Nanti aja deh, kalau anak gue sudah besar, gue akan cari kerjaan yang lain.

Ceritaku selanjutnya :
Dulu Aku Seorang PSK

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lahiran Tanpa Suami Previous post Sedih, Lahiran Tanpa Suami & Keluarga
Masa Lalu Next post Dulu Aku Seorang PSK