October 17, 2021
Masa Lalu

Dulu Aku Seorang PSK

Read Time:4 Minute, 21 Second
Masa Lalu
Kisahku sebelumnya :
Dari Hiburan Malam, Kini Jatuh Cinta Pada Isa Al-Masih

Kini gue semakin paham ajaran tentang Isa Al-Masih. Kalau kita berdoa kepada Isa Al-Masih, kita sama dengan berdoa pada Allah. Isa adalah pengantara kita kepada Allah. 

Keluarga gue sering ziarah ke makam orang-orang yang dianggap suci. Orang-orang suci yang telah meninggal ini dianggap sebagai pengantara doa kepada Allah. Tapi sebenarnya, Isa-lah yang menjadi pengantara kita kepada Allah, dan Isa Al-Masih itu Allah sendiri. 

Gue juga makin paham, Isa itu Firman Allah, Kalimatulloh. Isa dan Allah adalah satu. Dan gue percaya semua dosa kita, Dia yang menanggung dosa-dosa manusia melalui kematian dan kebangkitanNya di kayu salib. Wow … gue begitu terharu dengan kasih Tuhan yang luar biasa untuk manusia. 

Makin hari gue makin haus ingin semakin kenal Tuhan. 

Kebahagiaan Yang Sejati

Tapi masih berat buat gue memutuskan untuk cari kerjaan lain. Gue kuatir, nanti anak gue makan apa? gimana dengan kebutuhan gue dan keluarga?

Gue terus mengulur-ngulur waktu untuk tobat. Pikiran gue nanti saja tobatnya, kalau sudah banyak uang. Tapi kemudian Kak Yanti bilang, kalau pulang kerja tiba-tiba mati gimana? Gue tersentak!

“Iya ya, kalau gue mati pasti langsung masuk neraka. Padahal gue sekarang tahu jalan Lurus ke surga, tapi karena gue nunda-nunda tobat, akhirnya gue nggak bisa masuk surga. Duh serem ….” Pikir gue sambil merinding.

Akhirnya dengan berat gue berhenti dari dunia malam walaupun saat itu gue belum punya pekerjaan pengganti. Tobat itu bukan karena keadaan, tapi karna keputusan dan niat. Dan gue bertekad walaupun keadaan sesusah apa pun, gue akan akan balik lagi. 

Setelah berhenti kerja, hidup gue morat-marit. Sering kali gue untuk makan aja susah. Ngutang udah keseringan, gue jadi malu. Sementara cari kerjaan susah banget.  Lowongan di pabrik, konveksi, rumah makan semuanya udah gue lamar, tapi hasilnya nihil.

Gue coba usaha, itu pun gagal. Setelah lama nganggur, akhirnya sekarang gue kerja jaga warung dengan bayaran 25 ribu sampai 30 ribu per hari. Jauh banget dari penghasilan gue dulu di hiburan malam.

Tapi nggak apa-apa, sekarang gue merasa lebih bahagia. Mengenal Isa Al-Masih dan mendapat jaminan di akhirat jauh lebih berharga daripada uang dan kekayaan dunia.

Sampai kini kondisi gue secara ekonomi belum berubah. Tapi ajaibnya kebutuhan gue, anak dan keluarga selalu tercukupi. Memang enggak seperti dulu, tapi selalu ada uang yang tersedia.   

Gue sudah menemukan Allah yang selama ini bathin gue rindukan. Allah yang dekat, peduli dan menunggu gue tobat di masa-masa kegelapan hidup gue. Dialah Isa Al Masih.

Jujur, dengan kondisi ekonomi sulit begini, sering gue menggerutu. Apalagi melihat teman yang hidupnya enak, banyak uang, bisa makan apa saja, belanja, jalan-jalan dan punya suami. Padahal mereka nggak pernah kenal bahkan cuek sama Tuhan.  

Gue merasa hidup mereka lebih beruntung dari gue. Sering gue merasa nggak sanggup lagi hidup kayak gini. Kalau untuk diri sendiri sih sebenarnya nggak ada beban, tapi sekarang gue punya anak, ada tanggung jawab dan wajar dong pengen kondisi hidup yang lebih baik. Mulai ada pikiran buat balik lagi kerja yang dulu. 

Tapi kemudian sadar lagi, Tuhan sanggup kok kasih yang lebih dari itu. Bukan hanya untuk kebutuhan di dunia, tapi Tuhan sudah kasih jaminan di akhirat. Jadi yang sebenarnya beruntung itu gue, bukan orang-orang itu. Sekarang memang belum kelihatan, tapi Tuhan pasti akan tepati janjinya. 

Lagipula gue takut gimana kalau Tuhan nggak kasih kesempatan lagi. Gue pernah hampir mati saat mau gugurin kandungan. Syukurlah Tuhan masih kasih kesempatan. Gue takut, kalau berontak sama Tuhan lalu kita mati, rugi banget. 

Jaminan di akhirat yang gue punya saat ini bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Rasa takut itu membuat gue membuang jauh-jauh pikiran buat balik ke dunia yang lama. Ngga apa-apa susah di dunia, asal jangan menderita selama-lamanya di akhirat. 

Menjaga Kekudusan Dalam Pergaulan

Gue juga sekarang lebih paham Allah ingin kita hidup kudus dan benar. Dulu mesra-mesraan, pegangan tangan bahkan berhubungan sex sudah biasa. Zinah dengan berganti-ganti pasangan jadi makanan setiap hari. Sekarang gue bener-bener menjaga pergaulan terutama dengan cowok. Banyak cowok yang berusaha mengambil hati gue, tapi gue dengan tegas bilang “nggak”, apalagi kalau cuma untuk happy-happy.

Gde juga sering dicela dan dianggap kafir gara-gara iman gue yang sekarang. Tapi gue nggak peduli.  

Gue percaya dengan janji-janji Tuhan dalam Kitab Suci. Memang banyak dari janji-janji itu belum gue alami dan lihat sekarang. Tapi keyakinan gue bukan hanya berdasarkan perasaan tanpa dasar yang jelas. Kalau keyakinan tanpa dasar itu namanya halu, omong kosong. 

Keyakinan gue berdasarkan apa yang tertulis di Alkitab. Alkitab itu jelas sumber dan dasarnya. Secara sejarah sangat terbukti. Gue yakin Alkitab itu Firman Allah. Ditulis oleh penulis-penulis yang menjadi bukti sejarah banyak kejadian supranatural yang dikerjakan Allah. Ditulis oleh 40 penulis dari generasi ke generasi selama lebih dari 3000 tahun, tapi isinya semua nyambung. Jadi nggak mungkin Alkitab itu berasal dari pikiran manusia sendiri. Gue benar-benar yakin Alkitab bukan omong kosong, bukan dongeng, dan pasti benar. 

Jadi gue yakin walaupun janji itu belum kelihatan tapi apa yang tertulils di kitab suci dapat dipercaya, bisa dilacak, dan bener dari Tuhan. Itulah pengharapan gue saat ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jatuh Cinta Previous post Dari Hiburan Malam, Kini Jatuh Cinta Pada Isa Al-Masih