October 17, 2021
Menyembuhkan

Isa Al-Masih Menyembuhkan & Mengubah Total Hidupku

Read Time:6 Minute, 6 Second
Menyembuhkan

Namaku Mala. Aku seorang bertemperamen keras, mudah marah dan cenderung sensitif. Karena sifatku itu, aku sering bermasalah dengan saudara-saudara kandung, teman dan kerabat. Di sekolah sering aku dibully oleh teman dan akhirnya bertengkar. Saat bekerja, aku tidak pernah bertahan lama bekerja di sebuah tempat karena sering konflik dengan teman sekerjaku. Dan juga pernikahanku berujung kepada perceraian.

Ceritaku sebelumnya : Aku Yang Selalu Gagal

Ya Allah …. Kenapa hidupku seperti ini? Aku ingin sekali bahagia …. Tapi sepertinya kebahagiaan selalu menghindar dariku. Aku ingin berubah, tapi bagaimana caranya?

Penyakit Yang Sering Kambuh

Setelah perceraianku, kini tinggallah aku sendiri. Satu-satunya yang membuatku lupa dengan masalahku adalah dengan bekerja. Walau sering pindah-pindah pekerjaan, aku selalu bekerja keras melakukan pekerjaanku dengan tanpa mengenal kata lelah. 

Suatu kali, aku ditawari temanku untuk bekerja di sebuah kafe di Jakarta. Dan tak lama aku diterima bekerja di sebuah kafe tersebut, tanpa melalui proses seleksi dan wawancara yang ketat. Pemilik kafe itu adalah seorang nasrani. Dia heran dengan pengalaman kerjaku yang sangat banyak, sepertinya dia tidak sadar bahwa aku memiliki pengalaman kerja di banyak tempat karena memang aku tidak pernah bekerja di satu tempat dengan waktu yang cukup lama. 

Dan pada suatu hari, setelah aku bekerja di kafe itu, secara tiba-tiba penyakit lamaku kambuh. Selama ini sebenarnya aku mempunyai penyakit di daerah pergelangan tanganku. Saat kambuh, rasanya sakit sekali. Aku tidak bisa mengangkat benda apapun, bahkan hanya dengan terkena air saja rasanya sudah sangat sakit sekali. 

Karena tidak kuat dengan rasa sakitnya, akhirnya saat itu aku izin dengan bosku, si pemilik kafe tempat aku bekerja.

“Bu, saya mau minta izin hari tidak kerja dulu ya bu.” Kataku kepada bosku. “Wah, kenapa Mal? Ada apa? ” Tanya bosku kepadaku. “Iya bu, tangan saya lagi kumat nih bu. Lagi sakit banget. Ngangkat gelas aja saya gak kuat bu, kalo kena air sakitnya ampun banget deh bu.” Jelasku kepada bosku. “Wahh, separah itu ya? Emangnya kamu sakit apa? Udah sejak kapan sakitnya itu? Pernah dibawa ke dokter?” Tanya bosku kepadaku. 

“Udah lama banget nih bu, udah saya bawa ke macam-macam tempat bu. Mulai dari dokter, pak uztad, sampai ke orang pintar juga bu. Diobatin, dijampe-jampe, suruh minum air lah, puasa mutih lah, segala macam udah saya coba bu, tapi sampai sekarang gak ada yang bisa tau sakitnya apa bu.” Jawabku kepada bosku. “Ooo begitu. Ya sudah, kamu boleh ijin hari ini. Tapi boleh gak saya doain kamu? Tapi, saya doanya di dalam nama Isa-Almasih ya, boleh ?” Tanya bosku. 

Walaupun awalnya aku merasa ganjil, tapi “apalah ruginya?” pikirku. “Iya bu, boleh kok, silahkan bu.” Kataku. Bosku langsung medoakan aku saat itu. Ia memang menutup doanya dengan kata-kata “Dalam nama Isa-Almasih aku berdoa. Amin”. 

Jujur saja, doa seperti itu belum pernah kudengar sebelumnya. Itu adalah sesuatu yang sangat janggal buatku. Tapi di satu sisi, setelah didoakan, aku tiba-tiba merasakan damai yang luar biasa. Disaat itu juga, aku sangat terkejut, karena pergelangan tanganku yang sakit tiba-tiba saja sembuh. Benar-benar sembuh! Aku bingung, benar-benar bingung. Pikiranku seolah masih tidak percaya, tetapi pergelangan tanganku berkata lain. Saat itu aku benar-benar sudah sembuh!

Siapa Isa Al-Masih?

Sejak dari kejadian itu, aku mulai penasaran, siapa sebenarnya sosok Isa-Almasih. Hampir setiap orang yang aku tanyai berkata bahwa Isa-Almasih itu adalah Tuhan-nya orang Nasrani, namun pikiranku selalu menolak fakta tersebut. Bagiku Tuhan hanyalah Allah, tiada Tuhan selain Allah. Namun, di sisi lain fakta bahwa tanganku sembuh setelah didoakan di dalam nama Isa-Almasih tidak bisa kupungkiri. Hatiku selalu berkata bahwa sosok Isa-Almasih bukanlah sosok manusia biasa, yang didalam namaNya saja hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin terjadi.

Aku terus mencari tentang siapa itu Isa-Almasih. Ada hal yang unik ketika aku berusaha mencari tau mengenai sosok Isa-Almasih ini. Saat itu, entah kenapa aku selalu bertemu orang-orang kristen. Baik saat keluar rumah, lagi di angkot, saat ke pasar dan lain-lain. Bagiku ini adalah sebuah petunjuk tersendiri, Allah dan kebenaran seakan sedang berusaha mendekatkan diri kepadaku. 

Rasa ingin tahu tentang pribadi ini begitu kuat dalam hatiku. Sampai akhirnya aku  memberanikan diri untuk datang ke salah satu gereja. Disana, aku bercakap-cakap panjang dengan salah seorang pendeta. Aku menceritakan semua pengalaman dan pergumulan hatiku. Berbulan-bulan aku belajar mengenal Isa Almasih dari pendeta tersebut. Hanya saja, waktu itu aku masih belum merasa puas dengan jawaban yang diberikan pendeta tersebut. Singkat cerita, aku memutuskan untuk tidak lagi berkomunikasi dengan pendeta tersebut.

Walaupun dengan kekecewaan tersebut, semangatku untuk mencari siapa sosok Isa-Almasih tidak pudar. Aku terus berusaha mencari kesana dan kemari mulai dari internet youtube dan segala sumberdaya yang ada, Namun aku seolah belum juga menemukan jawaban yang menurutku cukup kuat. 

Berbagai pertanyaan terus muncul di pikiranku, terutama tentang trinitas …. Benarkah Isa Al-Masih adalah Tuhan? Mungkinkah Tuhan menjadi manusia? Apakah Allah itu tiga? Walaupun kelihatannya membingungkan, tapi aku tidak dapat berhenti mencari sebelum aku menemukan kebenarannya. Apalagi aku melihat, orang-orang yang mengikut Isa lebih penuh kasih dan kehidupannya lebih baik dibandingkan yang lain. Jika keyakinan mereka keliru, mengapa hidup mereka berbeda?

Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku kebenaranMu, aku ingin dekat denganMu, aku ingin mengenalMu … Jika memang Isa Al-Masih adalah kebenaran yang harus aku ikuti untuk mendapatkan ridhoMu, jawablah semua pertanyaan-pertanyaan yang menggangguku ini …. 

Akhirnya Aku Mengenal Siapa Dia 

Akhirnya hampir 9 tahun berlalu. Aku menjalani kehidupanku seperti biasa, dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain. Aku dan bos yang mendoakanku itu juga telah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Memang setelah dia menikah dan kemudian pindah keluar kota, sehingga cafenya tidak dapat dilanjutkan dan kami pun berpisah. 

Suatu hari, aku bertemu kembali dengan mantan bosku itu. Pertemuan kami pun benar-benar sangat kebetulan. Aku tahu ini adalah jalan-jalan Tuhan mempertemukan kami kembali. Dan aku pun segera menceritakan semua yang menjadi unek-unekku. 

Oleh mantan bosku itu, aku pun akhirnya dikenalkan dengan Aisya, seorang pengikut Isa yang telah terlebih dahulu menemukan kebenaran sejati dalam Isa. Lewat Aisya-lah aku dapat lebih mendalami siapa itu sosok Isa-Almasih. Semua rasa penasaran dan pertanyaan yang selama ini aku simpan habis melalui penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh Aisya kepadaku. Sampai saat ini, Aisya masih menjadi orang yang membimbing aku menuju kepada kebenaran yang sejati.

Dia Menyembuhkan Hidupku

Alhamdulilah, sejak aku mengenal siapa itu Isa-Almasih, kini hidupku berubah. Aku juga kini dapat bersyukur melalui segala kegagalan dan kekecewaan, aku percaya bahwa itu semua datangnya dari Allah semata-mata supaya aku bisa mengenal pribadiNya. Allah tidak pernah diam dengan semua usaha dan kerinduan kita untuk mencariNya. Jawaban yang terbaik akan datang di waktu yang terbaik pula. 

Banyak sekali berkat yang aku alami sejak itu. Demikian juga dalam perubahan sikap dan kepribadianku. Luar biasa sekali …. Aku senang dengan aku yang sekarang, aku lebih mudah mengendalikan emosi, tidak lagi meledak-ledak, cepat marah atau terlalu sensitif lagi seperti dulu. Terima kasih ya Allah …. 

Sekarang aku merasakan damai di hatiku yang belum pernah aku rasakan, kasih Allah kepadaku melalui Isa Al-Masih membuatku semakin jatuh cinta kepada Dia. Rasanya hatiku penuh dengan kasih, itulah sebabnya sekarang aku lebih mudah merasakan kasih kepada sesamaku. Dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku untuk menceritakan tentang kasih Allah di dalam Isa Al-Masih yang telah mengubah hidupku agar banyak orang mengalami kedamaian hidup seperti yang aku rasakan sekarang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gagal Previous post Aku Yang Selalu Gagal
Hamil Next post Rini, Kamu Hamil Ya?