October 17, 2021
Hamil

Rini, Kamu Hamil Ya?

Read Time:3 Minute, 47 Second
Hamil

Terkejut, panik dan bingung mau jawab apa, ketika nyokap nemu jamu penggugur kandungan yang gue simpan di lemari!! 

Itulah titik terendah dalam hidup gue dimana hidup gue hancur berantakan. Tapi disisi lain kejadian itu juga menjadi awal perjumpaan gue dengan Sang Juruselamat, Isa Al-Masih, yang sekarang menjadi sahabat sejati gue. Walaupun perjalanan ini penuh air mata, gue bersyukur dengan apa yang terjadi. 

Inilah cerita tentang pengalaman gue.  

Dunia Malam Yang Menggiurkan

Seharusnya nyokap nggak kaget sih, soalnya nyokap tahu kok kalau dua tahun tahun terakhir ini gue kerja di dunia malam.  Gue bosan hidup miskin. Itulah mengapa gue nekad masuk dunia yang kelam ini.   

Masih terasa sakitnya ketika acara lamaran gue dibatalkan sepihak oleh keluarga mantan cowok gue. Mending kalau dibatalinnya baik-baik, ini keluarga gue malah dipermalukan, dihina dan dituduh macem-macem. Sudah jelas, alasannya karena keluarga gue miskin dan tidak pantas dengan keluarganya yang mapan dan berada. Sejak saat itulah gue bertekad ga mau hidup miskin lagi.

Ga lama kemudian, gue pacaran sama cowok yang sering ngajak gue ke dunia malam. Sejak itu jugalah gue mulai kenal profesi wanita penghibur dan mikir “ternyata gampang juga ya dapat uang banyak.”

Gue sadar gue nggak punya banyak keahlian, hal itulah yang buat gue tertarik jadi wanita penghibur. Gue mulai cari tahu cara masuk kerja di sana sampai seorang yang dipanggil “mami” bilang, yang kerja di sini musti berpengalaman. Gue bingung, gue kan ga punya pengalaman. Tapi karena gue janji akan cepat belajar, gue diberi kesempatan bekerja.  

Gue senang banget. Sekarang gue punya kesempatan punya uang banyak dan berguna buat keluarga. Kerjanya juga gampang, cuma nemenin tamu happy-happy. 

Teman gue sering ngigetin supaya hati-hati dan jangan sampai hamil. Tapi bodo amat, selama ini gue juga sering berhubungan sama cowok, tapi ga hamil tuh, kalau pun hamil, gampang lah, di kota besar gini pasti banyak tempat aborsi.

Itulah gue saat itu, terlalu menggampangkan sehingga gue nggak pernah pakai pil KB atau pengaman lainnya. Dan terjadilah sekarang…. gue hamil!!

Siapa Bapaknya? 

Cowok gue-lah orang pertama yang curiga dengan kehamilan gue. Dia merasa ada yang berbeda dengan gue. 

“Gue lihat ada yang beda dengan tubuh lo” katanya. 

“Iya nih, sekarang badan sering sakit-sakit. Kecapean kayaknya.” jawab gue tenang.

“Lu telat nggak?”

“Iya gue udah telat 10 hari. Emang kenapa?”

“Wah, ngga salah lagi…. Lu ke apotek deh, beli tespek.” katanya dengan yakin.

Gue bingung dan hanya menurut. Ternyata feelling dia benar. Hasilnya “garis dua”

“Naah kan bener gue bilang. Sekarang lu cari deh siapa bapaknya.  Gua ga mau tanggung jawab. Itu pasti perbuatan elu sama selingkuhan lu!!” 

Gue merenung dan berpikir, siapa bapaknya ? kemudian gue teringat kejadian beberapa minggu lalu. Saat gue dan cowok gue ribut lalu putus. 

Di tempat kerja, gue kenalan dengan seorang cowok yang punya masalah berat dan sempat jatuh di toilet. Gue dekati cowok itu dan akhirnya kami ke hotel. 

Setelah selesai, ternyata uang dia kurang. Sempat kesal, tapi karena cowok itu merasa bersalah dan janji akan melunasi sisanya, gue pun jadi kasihan. Kemudian dia kasih nomor handpohonenya dan sejak itu kita ga pernah ketemu lagi. 

Gue pun lupa kejadian itu dan nggak terlalu berharap dia bakal ngelunasin hutangnya. Makanya, saat cowok gue ngajak balikan lagi, tanpa pikir panjang gue buang nomer lama gue yang gue pakai buat simpan nomor cowok itu.   

Setelah ketahuan hamil, gue baru ingat lagi soal cowok dan kartu itu. Gue bingung apa yang mesti gue perbuat. Gue hamil dan cowok gue nggak mau nikahin gue, memang bukan dia yang musti tanggung jawab. Tapi gue juga nggak tahu dimana bapaknya.

Hampir Mati Gara-gara Usaha Gugurin Bayi 

Akhirnya gue putusin untuk gugurin kandungan gue. Gue sudah coba semua cara, hasilnya tubuh gue jadi sering lemas dan sakit-sakitan. Akhirnya gue kerja hanya 2 hari sekali dan otomatis penghasilan gue menurun. 

Pada saat hamil 3 bulan, selesai diurut gue lanjut kerja, seperti biasa gue di kasih inex buat nemenin tamu happy-happy. Tapi bukannya happy, gue malah merasa seluruh badan gue kepananasan dan nggak bisa bergerak, rasanya sakit seperti sedang dibakar. 

Lebih dari 3 jam gue menahan rasa sakit yang buat gue lemes banget, sampai rasa sakitnya mulai menghilang  gue diantar teman pulang. 

“Udah Rin, lu pertahanin bayi lu. Sekarang bukannya keguguran malah lu yang sakit.” Kata mereka.

Gue jadi bingung. Sebenarnya, gue mau pertahanin bayi ini, tapi bagaimana dengan keluarga, apa kata mereka…

Ceritaku selanjutnya :
Sedih, Lahiran Tanpa Suami & Keluarga
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menyembuhkan Previous post Isa Al-Masih Menyembuhkan & Mengubah Total Hidupku
Lahiran Tanpa Suami Next post Sedih, Lahiran Tanpa Suami & Keluarga