terikat pornografi

Namaku Yulia. Bertahun-tahun aku terikat pada pornografi dan sulit sekali lepas. Padahal keluarga dan teman-temanku mengenalku sebagai anak yang baik. Dari kecil aku dikenal sebagai anak yang kalem dan selalu mendapat peringkat di sekolah. Ah, sebenarnya di luarnya saja aku terlihat baik dan alim, padahal sebenarnya aku bobrok dan menyimpan banyak dosa dalam hatiku.

Aku ingin menghentikan kebiasaan buruk ini. Tapi sulit sekali. Saat mencoba untuk berhenti, bayangan itu muncul lagi, keinginan untuk nonton lagi pun kuat menerorku. Akhirnya aku pun mulai mencari lagi gambar atau video seperti itu dan akhirnya kembali masturbasi. Terus begitu selama bertahun-tahun.

AWAL AKU MENGENAL PORNOGRAFI

Saat itu aku masih di bangku sekolah dasar, tepatnya aku duduk di kelas 6 SD. Dan kemudian seorang anak baru datang ke kelasku. Aku melihat anak ini selalu sendirian dan tidak punya teman. Aku juga seorang anak yang minder, kurang gaul dan tidak punya banyak teman. Aku sering merasa kurang diterima oleh lingkunganku. Sehingga aku pun merasa iba kepadanya karena aku tahu seperti apa rasanya merasa sendiri dan tidak punya teman seperti itu. Jadi mulailah aku mendekati anak ini. Pertemuan kami semakin akrab. Kami sering memiliki waktu bersama dan dia menjadi sahabat karibku satu-satunya waktu itu.

Pada suatu hari, sahabatku ini menyodorkan sebuah majalah kepadaku sambil bertanya, “Yul, ada buku bagus nih. Lu mau lihat ngak?” Tentu saja aku penasaran. Langsung kubuka majalah itu. Walaupun awalnya aku agak terkejut melihat isinya, tapi aku terus membukanya. Lembar demi lembar. Rasa penasaranku membuatku melahap isi majalah itu sampai habis.

Itulah perkenalan pertamaku dengan pornografi. Sahabat karibku itu meminjamiku majalah-majalah yang lain. Bahkan bukan hanya itu, dia juga memperlihatkanku video, koran dan buku-buku lain yang berbau pornografi.

Hari demi hari gambar-gambar dalam video dan kata-kata dalam majalah-majalah itu terus terbayang di pikiranku, membuatku ingin dan ingin terus melihat gambar-gambar seperti itu. Akibatnya aku sering berfantasi dan akhirnya jatuh dalam dosa masturbasi. Aku bukan hanya menikmatinya, bahkan mulai ketagihan dan sulit berhenti. Aku seperti orang yang gila seks, selalu mencari-cari dan merasa ada yang kurang bila tidak melihat hal-hal yang seperti itu. Masa remajaku aku lewati setiap hari bersama dengan konten pornografi. Tiada hari tanpa pornografi.

Waktu itu keluargaku sedang mengalami kesulitan ekonomi. Sulit bagiku meminta uang untuk kebutuhanku di sekolah. Aku bercerita kepada sahabatku dan sahabatku memberikan ide menjual keperawanan ke pria hidung belang. Sahabatku bilang kita bisa menjual keperawanan dan mendapat uang berjuta-juta. Tapi entah kenapa aku enggan melakukannya, aku merasa tidak nyaman karena aku takut bertemu dengan orang-orang baru. Aku mencoba cara lain dengan berdagang di sekolah untuk mendapat uang tambahan.

Sampai aku duduk di bangku SMP aku berpisah dengan sahabatku karena kami beda sekolah, kami jarang bertemu. Walaupun aku tidak lagi sering bersama dengan sahabat yang menjerumuskanku ke dunia pornografi, anehnya semakin hari kebiasaan itu semakin parah dan aku semakin terikat karena aku tidak sendirian melakukannya. Aku mulai mengajak teman-temanku yang lain, bahkan aku yang memperkenalkan kepada beberapa teman laki-lakiku. Aku sering nonton video dan melihat majalah-majalah porno itu bersama beberapa orang teman. Kami sering nonton bareng di sekolah, saat pelajaran  di kelas, bahkan karena mencari tempat yang aman, kami pernah nonton bareng-bareng di dalam masjid!

Aku tahu ini salah. Aku mencoba untuk berhenti, tapi sulit sekali. Saat mencoba untuk berhenti, bayangan itu muncul lagi, keinginan untuk nonton lagi pun kuat menerorku. Akhirnya aku pun mulai mencari lagi gambar-gambar seperti itu dan akhirnya kembali masturbasi. Terus begitu selama bertahun-tahun.

AKU INGIN BERHENTI, TAPI BAGAIMANA CARANYA?

Saat aku masuk SMA, mulai ada kerinduan dalam hatiku untuk ikut kegiatan-kegiatan rohani. Aku berharap, dengan mulai fokus pada hal-hal rohani, aku bisa lepas dari kebiasaan buruk dan keterikatanku pada hal pornografi dan masturbasi.

Kedua orangtuaku bukan orang yang taat dalam agama. Keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda satu sama lain. Tapi baik Papa dan Mamaku, jarang sekali bahkan seingatku, hampir tidak pernah pergi beribadah apalagi mengajak anak-anak pergi beribadah bersama.

Di sekolah aku berteman dengan beberapa orang yang beragama Nasrani. Aku senang dengan mereka, hidup mereka kelihatannya berbeda dan penuh kasih. Mereka baik dan terlihat tulus dalam berteman, tidak seperti sahabat karibku waktu SD yg menjerumuskanku ke dunia pornografi yang jahat. Seiring waktu aku mulai tertarik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Dan aku pun mulai rutin mengikuti acara-acara kerohanian mereka.

Dalam sebuah acara yang mereka lakukan, aku didoakan secara khusus untuk mengalami kelepasan dari keterikatan pornografi dan masturbasi. Mereka berdoa untukku kepada Allah di dalam nama Isa Al-Masih. Dan luar biasa, ketika aku didoakan, aku merasakan sesuatu terjadi dalam hatiku. Aku belum pernah mengalami perasaan ini sebelumnya. Ada perasaan lega dan damai sejahtera yang luar biasa sekali. Saat itu aku merasakan kasih dan pengampunan Allah demikian besar diberikan kepadaku.

AKU KINI, YULIA YANG BARU

Itulah pengalaman perjumpaanku dengan Allah melalui Isa Al-Masih yang telah mengubah hidupku. Sejak saat itu aku merasa menjadi manusia yang baru dan mengalami kelepasan. Ketertarikanku pada pornografi hampir sepenuhnya hilang. Digantikan dengan kerinduanku ingin lebih mengenal Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan dan senang membaca kitab suci.

Memang sempat beberapa kali muncul godaan untuk kembali melihat hal-hal yang cabul. Beberapa kali godaan itu begitu kuat dan aku hampir menyerah. Tapi herannya entah mengapa, sekarang aku lebih mudah untuk menolaknya. Walau sempat jatuh bangun, tapi lambat laun keinginan atau imaginasi-imaginasi cabul itu semakin hilang dari pikiranku.

Saat didoakan itu, aku merasa Allah berbicara lembut di hatiku, bahwa tangan yang dulu aku pakai untuk melakukan dosa, sudah disucikan dan kini kedua tanganku ini, akan dipakai Allah untuk memberkati banyak orang. Dan itu aku alami sekarang. Sekarang aku bekerja di medis dan selalu menggunakan kedua tanganku untuk mengobati orang. Dan alhamdulilah, banyak orang sembuh melalui tanganku ini. Terima kasih ya Allah.

Selain itu, sejak aku mengalami Isa Al-Masih, kehidupan ekonomi keluarga kami semakin baik. Alhamdulilah, bisnis ibuku semakin meningkat, dan setelah itu kami bisa membangun rumah sendiri dan pindah ke rumah yang lebih layak. Padahal sebelumnya, karena kehidupan kami pas-pasan, kami terpaksa mengontrak rumah di sebuah rumah yang kecil dan sempit untuk menampung kami sekeluarga.

Aku sangat bersyukur aku mengenal Isa Al-Masih. Aku tidak terbayang apa jadinya hidupku kalau aku tidak mengenal Dia. Apalagi dulu ketika aku masih hidup dalam dosa, aku sering menonton video porno bukan saja dengan teman-teman wanita, tetapi juga dengan beberapa teman laki-laki. Untunglah tidak pernah terjadi apa-apa dan sampai sekarang aku masih dapat menjaga keperawananku.

Isa Al-Masih mengenal aku sampai ke dalam hatiku. Manusia bisa aku tipu dengan penampilan luarku yang alim dan baik, tapi di hadapan Isa tidak ada yang tersembunyi.  Isa Al-Masih kini adalah sahabat dan Juruselamatku. Dia mengasihiku dan menerimaku apa adanya. Bahkan di saat aku masih jatuh bangun dalam dosa, dengan penuh kasih Dia mau mengampuniku dan tidak pernah berhenti mengasihiku.

Jika Anda pernah mengalami kisah seperti yang dialami oleh Yulia, bagikan pengalaman Anda dengan mengirim kisah di sini. Di tengah permasalahan hidup yang menerpa Anda, jangan takut untuk mencari jalan kebenaran dalam Isa-Almasih. Bagikan beban Anda yang kepada kami dengan mengirimkannya di sini

0 0 vote
Article Rating