lowongan pekerjaan

Ketika aku sudah pasrah dan menyerahkan hidup dan masa depanku kepada tangan Tuhan, tiba-tiba sebuah lowongan pekerjaan datang kepadaku. Aku hanya melihatnya dan kemudian melupakannya, karena aku sudah pasrah, niat untuk bekerja di kota sudah hilang dari hatiku, apalagi seperti yang sudah-sudah. Pikirku, “Paling juga gak akan dipanggil kalau kirim lamaran ke perusahaan”.

Tapi anehnya bukan aku yang mengejar lowongan ini, tapi lowongan pekerjaan ini yang mengejarku. Bukan hanya itu, aku melihat bagaimana Tuhan memperhatikan air mataku dan menjawab doaku selama ini.

SEBUAH JAWABAN DOA YANG TERLUPAKAN

Tak lama kemudian, seorang teman memberitahu ada lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang untuk jurusan ekonomi di kota. Aku hanya bilang oke, aku mau. Tapi kemudian aku lupa akan lowongan pekerjaan ini dan teman itu juga lupa. Dua hari kemudian teman itu menghubungiku agar segera mengirimkan lamaran ke perusahaan yang dia pernah tawarkan. Setelah dipikir, tidak ada salahnya aku kirim, akhirnya aku mengirimkan lamaran kerja di perusahaan yang dimaksudkan temanku itu. Namun seperti yang sudah-sudah, aku tidak berharap akan diterima di perusahaan itu. “Paling juga tidak ada panggilan”, pikirku pesimis.

Tapi hal yang membuatku kaget adalah hanya berselang beberapa jam setelah itu. Lamaran itu langsung diproses oleh perusahaan tersebut. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya harus menunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, sampai akhirnya aku sadar tidak ada panggilan kerja yang berhasil. Tapi kali ini super cepat, hanya beberapa jam saja, pihak HRD menghubungi aku untuk interview. Namun, aku memiliki beberapa kendala karena tidak mungkin aku pergi ke kota yang sangat jauh hanya untuk interview. Karena keterbatasan dana, aku meminta supaya interview dilakukan melalui skype. Anehnya, perusahaan itu menyetujui permintaanku ini.

KETENANGAN YANG MENGUBAH HIDUPKU

Di hari yang ditentukan, interview dilakukan. Entah mengapa hari itu hatiku merasa tenang. Padahal interview itu dilakukan dalam bahasa Jepang. Aku memang pernah kursus dan mempelajari bahasa Jepang namun sudah banyak yang lupa. Sebenarnya aku adalah tipe orang yang gampang panik dan mudah stres. Jika ada hal-hal yang membuat aku merasa tidak nyaman, panik dan stres, maka aku akan selalu berusaha lari untuk menghindari kondisi itu. Tapi entah mengapa, hari itu aku begitu tenang. Di luar perkiraan, interview itu berjalan cepat sekali… Hanya berlangsung selama 5 menit. Pertanyaan-pertanyaannya pun adalah pertanyaan simple yang aku bisa jawab dengan mudah dengan bahasa Jepang yang sederhana. Semua pertanyaan dapat aku jawab dengan baik karena sesuai dengan pengalaman dan pengetahuanku.

Esok harinya, aku diberi kabar bahwa aku diterima bekerja di perusahaan itu…  Dan dengan gaji yang lumayan. Tidak dapat aku gambarkan perasaanku saat itu. Senang, bahagia dan terharu. Aku yakin, hanya tangan Tuhan yang membuat aku diterima bekerja. Bukan hanya itu, aku merasa semuanya seperti diatur begitu rapi sedemikian rupa. Tuhan membuat aku dan kakak laki-lakiku mulai dapat saling memahami dan berdamai satu sama lain. Bahkan sebelum aku interview, dia datang ke kamar khusus untuk berdoa bersama agar Tuhan yang menolong proses interviewku bahkan dia berdoa meminta kepada Tuhan, agar aku mendapatkan pekerjaan ini. Bukan itu saja, Tuhan juga membuat hubunganku dan Ayah dipulihkan. Aku mulai dapat mengampuni dan membuang perasaan marahku padanya. Sekarang ada perasaan sayang yang timbul dalam hatiku, muncul keinginan untuk berbakti selagi Ayah dan Ibu masih hidup. Orang tuaku sangat senang karena aku dapat pekerjaan tersebut. Hal yang paling membuat beliau senang adalah pekerjaan ini sesuai background-ku, seperti yang Ayah sangat harapkan. Terima kasih Tuhan, Engkau sangat baik.

KEMBALI DENGAN TANGAN TUHAN

Akhirnya aku dapat kembali ke kota itu dengan penuh haru dan rasa syukur, bukan karena aku berhasil kembali membuktikan pada orang-orang bahwa aku bisa kembali bekerja di kota, tetapi karena Tuhan yang begitu baik kepadaku. Aku diterima bekerja semata-mata karena kebaikan Tuhan, bukan karena usahaku, sehingga tidak ada yang bisa aku sombongkan. Saat masuk kerja pun aku merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hatiku. Seperti Tuhan yang sudah menolongku dengan masalah-masalahku sebelumnya, ada keyakinan yang kuat bergema kuat dalam hatiku, bahwa Tuhan akan menyertai dan menolongku dalam pekerjaan baru ini. Padahal biasanya, aku orang yang mudah panik dan merasa tidak percaya diri bila masuk ke lingkungan baru. Pembentukan Tuhan selama di kampung benar-benar mengubah karakterku.

Tidak hanya sampai disitu saja aku melihat kebaikan dan kasih Tuhan buatku. Tuhan juga sangat baik dalam menyediakan tempat kos buatku. Saat itu aku belum gajian, uang dari Ayah sangat pas-pasan. Tapi aku juga perlu tempat tinggal. Kemudian aku berlutut dan berdoa dengan penuh pengharapan, “Tuhan, aku perlu tempat tinggal, tapi uangku terbatas. Berikanlah aku tempat kosan yang murah tetapi tetap aman dan nyaman buatku tinggal”, ini pintaku. Tuhan lagi-lagi menjawab doaku dengan ajaib. Setelah aku berdoa beberapa hari, aku mulai mencari kosan sambil berharap akan pertolonganNya. Akhirnya aku menemukan tempat kos yang sesuai dengan budgetku. Kamar itu juga memiliki kamar mandi dalam, ada kasur dan ventilasi yang bagus. Ibu kosnya juga berbaik hati meminjamiku lemari, meja, kursi, dan kipas. Lokasinya hanya 5 menit jalan kaki ke tempatku bekerja. Aku tidak bisa berkata-kata, aku sangat bersyukur sekali. Apalagi ketika aku tahu kamar itu baru kemarin kosong. Bahkan Ibu kos tidak tahu alasannya mengapa tiba-tiba penghuni sebelumnya memutuskan pindah. Wow…. Tuhan luar biasa, kosan ini seperti hadiah spesial yang disiapkan Tuhan untukku.

Selanjutnya : “Isa Al-Masih, Sahabat Yang Mengubah Hidupku”

Jika Anda pernah mengalami kisah seperti yang dialami oleh Siti, bagikan pengalaman Anda dengan mengirim kisah di sini. Di tengah permasalahan hidup yang menerpa Anda, jangan takut untuk mencari jalan kebenaran dalam Isa-Almasih. Bagikan beban Anda yang kepada kami dengan mengirimkannya di sini

5 1 vote
Article Rating