Wanita lain

Tidak pernah aku lupakan kejadian hari itu, ketika aku tahu Papaku telah menikah dengan wanita lain!! Hancur rasanya hatiku saat itu. Demikian juga Mama, Mama terlebih hancur sampai beliau memutuskan kabur dari rumah selama 3 hari. Keluargaku hancur berkeping-keping. Entah bagaimana memulihkannya lagi.

Tapi aku bersyukur, Isa Al-Masih, Sahabat dan Penyelamatku, adalah Tuhan yang setia dan berkuasa. KasihNya-lah yang sanggup memulihkan segala sesuatu yang hancur menjadi baru kembali. KasihNya yang memampukanku untuk bisa mengampuni Papaku…

KELUARGAKU

Sejak kecil, aku lebih dekat dengan Papa dibandingkan dengan Mama. Entah mengapa aku sulit dekat dengan Mama. Mungkin karena Mamaku adalah adalah tipe Ibu yang dominan, pekerja keras dan cenderung diktaktor. Papaku sebenarnya adalah tipe laki-laki yang baik dan senang membantu orang lain. Hanya saja Papa kurang bertanggung jawab terhadap keluarga. Tidak pernah Papa memberi Mama uang untuk kebutuhan sehari-hari. Mamaku yang bekerja untuk membiayai semua kebutuhan keluarga kami. Penghasilan Papaku pas-pasan, jadi tidak pernah cukup untuk kebutuhan kami. Sehingga bisa dikatakan, Mama-lah yang sebenarnya menjadi kepala keluarga kami.

Selain itu aku merasa diperlakukan pilih kasih oleh Mama, Mama lebih sayang pada adikku yang paling kecil. Mama juga tidak menghargaiku sebagai seorang anak, kecuali karena uang. Kalau aku beri uang, beliau senang dan baik kepadaku tapi di saat aku tidak punya uang, beliau sering merendahkanku.

Hal ini membuatku merasa tertolak dan tidak bisa dekat dengan Mama. Dari kecil, susah sekali aku meminta uang pada Mama, padahal sebenarnya aku tahu Mamaku punya banyak uang. Kalau aku minta uang, ada saja omelannya, sehingga aku bertekad aku harus segera punya uang sendiri sehingga tidak perlu lagi minta-minta uang pada mama. Jadi ketika aku sudah bisa cari uang sendiri, aku merasa ini uangku, tidak perlu aku beri pada Mama.

Papa dan Mamaku berasal dari latar belakang agama yang berbeda sebelum menikah. Tapi mereka bukan orang yang taat menjalani agama. Mereka menikah setelah lulus SMA, sehingga belum mapan secara ekonomi sehingga kehidupan kami sering pas-pasan. Aku lahir di masa susah kedua orangtua, sehingga berbeda dengan adik-adikku yang lebih baik gizinya, dari kecil aku kurus dan terbiasa harus hidup mandiri.

MIMPI MOBIL YANG TERGULING

Sebelum ketahuan Papa selingkuh, keluarga kami adalah keluarga yang cukup baik di mata saudara-saudara dan tetangga. Di mata kami pun anak-anaknya, orang tua kami baik-baik saja, walaupun jarang terlihat mesra, tapi kami merasa tidak ada masalah.

Sampai suatu kali, saudara kami bermimpi mobil yang kami tumpangi terguling dan rusak parah. Walaupun kami semua selamat, kami semua mengalami shock yang hebat. Saudara kami memberitahukan mimpi itu kepada kami membuat perasaan Mama dan aku tidak enak. Seperti ada firasat yang tidak baik.

Sebenarnya Mama juga pernah beberapa kali menyatakan kecurigaannya pada sikap Papa yang sering pulang pagi bahkan pernah tidak pulang dengan alasan yang tidak jelas. Mama sudah curiga Papa selingkuh, tapi aku selalu berhasil menenangkan hati Mama dan mengatakan Papa bukan tipe pria yang begitu. Aku sendiri yakin, Papa adalah pria yang baik.

Tapi kecurigaan Mama semakin kuat karena berbagai informasi yang Mama terima. Sampai suatu hari Mama memutuskan untuk membuntuti Papa ketika pergi. Dan benar saja, Papa pergi ke sebuah rumah kontrakan. Untuk membuktikan kecurigaannya, Mama matikan lampu dari luar sehingga Papa dan selingkuhannya itu pun keluar rumah berdua. Barulah di saat itu Mama mendatangi mereka dan Papa pun tertangkap basah dengan wanita itu.

PAPAKU MENIKAH SIRI

Saat itu sempat terjadi keributan yang besar di antara mereka, mereka beradu mulut saling menyalahkan. Papa beralasan dia melakukan perbuatannya itu karena tidak pernah dihargai oleh Mama. Awalnya Papa tidak mengakui perbuatannya dan Mama terus mengkonfrontasi Papa akhirnya Papa mengaku sudah menikah siri. Saat itu juga hampir saja Papa hilang kendali hendak memukul Mama. Mama terluka sekali saat itu. Setelah dari situ Mama pergi entah ke mana, selama tiga kami anak-anaknya mencari Mama. Akhirnya Mama yang menghubungi kami dan Mama mengatakan belum ingin pulang karena ingin menenangkan diri.

Akhirnya tiga hari kemudian, Mama pulang dengan muka lusuh dan mata bengkak. Dan sejak itu, keluarga kami tidak lagi sama. Nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak bisa diulang lagi untuk mengubah kesalahan yang telah dilakukan. Papa sudah menikahi wanita itu dan sudah punya anak. Bahkan yang Mama dengar, ini bukan wanita lain yang pertama yang dinikahi Papa, ternyata Papa sudah menikah lagi lebih dari sekali dan bermain dengan banyak wanita.

Setelah tertangkap basah di rumah istri barunya, Papa sempat berubah. Dia jadi lebih sering di rumah dan di hadapan Mama dan anak-anaknya Papa minta maaf dan berjanji akan memutuskan hubungan dengan wanita itu. Namun ternyata Papa terpergok pergi lagi ke wanita itu. Kembali hati kami kecewa, dan luka yang belum sembuh tersayat kembali. Aku marah besar dan sulit sekali untuk kembali mengampuni Papa.

Malam itu, aku tidak bisa tidur. Kenyataaan ini membuat aku sangat terluka pada Papa. Kalau aku ingat, memang Papa punya kebiasaan genit suka memandangi wanita-wanita cantik, tapi sungguh aku tidak menyangka Papa tega melakukan perbuatan memalukan seperti ini.

HATIKU DISEMBUHKAN

Aku mencurahkan isi hatiku kepada sahabat sejatiku, Isa Al-Masih. Aku terus mengeluh sambil menangis dan terus menangis. Aku tidak mengerti kenapa Allah mengijinkan hal yang menyakitkan ini terjadi di keluarga kami. Malam itu, Isa Al-Masih menjamah dan mengubah hatiku yang keras sehingga aku dimampukan untuk mengampuni Papaku. Isa Al-Masih juga memberikan kasih dan damai sejahtera di hati. Hatiku yang terluka disembuhkannya.

Setelah menangis semalaman, akhirnya aku bisa tidur dengan perasaan tenang. Tapi hatiku berubah. Malam itu aku mengambil keputusan untuk mengampuni Papa. Kasih Isa Al-Masih yang begitu besar mengubahkan hatiku. Dosaku begitu banyak dan aku tidak luput juga dari kesalahan. Kalau Tuhan saja mengampuni dosaku melalui pengorbanan Isa Al-Masih, apa alasanku tidak mengampuni Papaku?

KASIH YANG MEMULIHKAN KELUARGA KAMI

Walaupun sempat tidak mengakui perbuatannya dan malah balik menyalahkan Mama, tapi akhirnya di hadapan anak-anaknya Papa pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada kami semua. Aku  sudah memutuskan untuk mengampuni Papa. Tapi Mama dan adik-adik masih berat kelihatannya. Aku terus menguatkan Mama dan adik-adik untuk mengampuni Papa dan menerima Papa kembali. Asal Papa mau kembali ke keluarga dan menyadari kesalahannya.

Dan alhamdulilah, Allah mengubah hati kami sehingga kami sekeluarga sepakat untuk menerima Papa kembali. Bukan hanya itu, kami pun sama-sama berdoa dengan tulus supaya Allah membuat Papa benar-benar bertobat dan mengubah Papa menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku ingat hari itu di malam tahun baru, kami berdoa bersama dan Allah memulihkan keluarga kami yang nyaris hancur. Kami bersatu kembali dan saling mengampuni. Sungguh, hanya kasih Allah yang sanggup melakukan ini. Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita dan mengampuni dosa dengan mengutus Isa Al-Masih menjadi kurban bagi penghapusan dosa, maka kami pun mengampuni siapa pun yang bersalah kepada kita seberapa besar apapun kesalahannya.

0 0 vote
Article Rating