BAGAIMANA DENGAN KULIAHKU?

Tante

Setelah kejadian itu (Nyaris Diperdaya Oleh si “Tante” Yang Kurang Kasih Sayang (Bag – 1)), di satu sisi aku lega, karena aku tahu sekarang siapa Tante Rani sebenarnya. Tapi di sisi lain aku merasa kecewa. Bagaimana dengan kuliahku? Bayangan impianku akan kuliah sudah begitu kuat di pikiranku, aku sudah merasa sangat bersemangat, tapi sekarang bagaimana? Masih mungkinkah aku kuliah? Ah, aku merasa sangat kecewa kalau tidak jadi kuliah.

Apakah aku terpaksa harus mengubur impianku itu? Karena sebenarnya tidak mungkin aku bisa kuliah dengan biaya sendiri. Apalagi biaya kuliah di jurusan yang aku inginkan ini sangat mahal, keluargaku tidak punya biayanya.

Dalam keadaan putus asa aku berdoa kepada Allah dalam nama Isa Al-Masih. Aku telah memutuskan menjadi pengikut Isa Al-Masih sejak aku duduk di bangku SMA dan hidupku telah berubah secara total. Allah selalu menjawab doa-doaku. Ketika aku berdoa dalam nama Isa Al-Masih, aku menangis mencurahkan isi hatiku kepadanya. Tiba-tiba timbul keyakinan iman di hatiku bahwa aku akan kuliah, ada suara lembut berbicara dalam hatiku:  Isa Al-Masih yang akan membiayai kuliahku. Dan aku percaya. Ada kedamaian yang kurasakan di hatiku saat itu.

Segera aku berkata kepada Ibuku aku mau kuliah. Tentu saja Ibuku terkejut dan awalnya tidak setuju. Apalagi aku belum punya pekerjaan tetap. Kalau hanya mengandalkan pekerjaan freelanceku tidak akan cukup. Aku terus mencoba untuk meyakinkan Ibuku. Aku berkata pada Ibu: Isa Al-Masih yang akan membiayai kuliahku sampai selesai.

JALAN-JALAN ALLAH YANG TAK TERDUGA

Dengan iman aku segera memutuskan untuk mendaftar kuliah di kampus yang aku inginkan. Aku baru daftar di H-1 sebelum tutup pendaftaran. Untung saja masih ada tempat. Aku menyadari ini adalah tanda Isa Al-Masih membukakan jalan bagiku. Untuk biaya uang pangkalnya, Ibuku mau membantu dengan meminjam ke beberapa orang. Sehingga terkumpullah sejumlah uang yang aku butuhkan untuk membayar uang pangkal kuliahku.

Tapi aku tidak terpikir sama sekali bagaimana membayar uang SPP-ku di bulan pertama sedangkan aku tidak punya uang sama sekali. Tak lama Isa Al-Masih membukakan jalan aku diterima bekerja di sebuah perusahaan yang lokasinya sangat dekat dengan kampusku. Padahal itu adalah lamaran kerja yang sudah kukirim beberapa bulan yang lalu. Tiba-tiba aku dipanggil dan beberapa hari kemudian aku diterima.

Anehnya, ketika aku menyatakan aku kerja sambil kuliah, pihak perusahaan tidak masalah malah mereka mau menyesuaikan waktunya dengan kuliahku. Fleksibel banget sampai kadang-kadang aku berpikir seperti perusahaan ini punyaku sendiri. Karena waktunya disesuaikan dengan jadwal kuliahku. Aku tahu ini adalah seperti tangan Allah memberikanku pekerjaan dengan waktu yang fleksibel dan sangat dekat dengan kampus. Aku merasa urusan kuliahku dipermudah berkah Isa Al-Masih.

BERKAH KEMURAHAN ISA AL-MASIH

Berkah Isa Al-Masih tidak berhenti sampai situ. Semenjak aku bergabung di perusahaan ini, klienku makin banyak, otomatis komisiku makin besar. Tentu saja bosku pun senang sehingga di bulan ke-6 aku diberikan bonus. Padahal biasanya orang baru mendapat bonus setelah 1 tahun kerja, tetapi aku mendapatkan kemurahan hati dari bosku dan bonus yang diberikan oleh bosku lumayan banget.

Teman-temanku suka iri karena aku sering diperlakukan berbeda oleh bosku. Ketika bosku buka cabang di tempat lain, teman-temanku diharus ke sana, tetapi aku tidak dengan alasan supaya aku fokus kuliah. Sampai temanku bilang, “Si bos kayaknya takut ya sama lo yah”. Alhamdulilah, itu semua berkah kemurahan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih mempermudah jalanku untuk kuliah.

Aku harus mengakui, bahwa kuliahku Allah yang biayai. Aku mendapat klien-klien dengan omzet pembelian yang “gemuk-gemuk”. Dan mereka merekomendasikan aku ke klien yang lain sehingga makin lama pendapatanku makin besar. Dulu aku tidak pede dengan kemampuanku jualan, tapi sekarang aku jadi percaya diri karena sudah semakin banyak customerku. Gampang sekali aku mendapatkan uang. Aku tahu ini semua Allah yang lakukan, bukan karena kemampuanku.

AKHIRNYA AKU SELESAI KULIAH

Sekarang aku sudah menyelesaikan skripsiku dan lulus kuliah. Aku foto struk pembayaran SPP terakhirku dan kuposting di statusku dengan tulisan “Ini bukti kesetiaan Allah”. Allah yang membiayai kuliahku. Dari awal Dia yang berjanji dan Dia yang menyelesaikannya dengan setia. Allah bisa mengatur kondisi sedemikian rupa dan mengirimkan orang-orang untuk memberkahi anak-anakNya.

Aku lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Selama kuliah ini aku belajar mengenal Allah. Allah mengajar supaya aku tidak sombong, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, merasa diri hebat. Dia juga mengajariku untuk percaya dan hanya mengandalkan Dia dalam kehidupanku. Ketika aku mengalami kesulitan aku berdoa kepada Allah dalam nama Isa Al-Masih dan doa-doaku selalu dijawab.

Allah juga melatih aku mengatur uang, mengasah kemampuanku berkomunikasi dengan customer, sehingga mereka senang denganku. Allah mengijinkanku berada dalam kondisi terpuruk, semuanya untuk maksud baik, untuk mengujiku dan mengajarkanku banyak hal. Tapi karena kemurahanNya Allah juga memberkahi aku, sehingga aku bisa lulus kuliah. Allah yang membiayai biaya kuliahku sampai selesai!

Orangtuaku tidak punya uang, Ayahku tidak peduli dan tidak pernah membiayai kebutuhan kami. Ibuku punya banyak kebutuhan, terutama untuk adik-adikku dan membayar hutang-hutangnya. Tidak mungkin aku minta biaya kuliah pada orangtuaku. Pada siapa aku harus minta? Aku hanya bisa minta kepada Isa Al-Masih.

Memang tidak mudah aku lalui masa-masa kekelaman ini, kuliah sambil bekerja. Tapi selama dalam masa-masa berat ini aku menjadi semakin akrab dengan Allah secara pribadi. Allah yang kuyakini dan kusembah dalam nama Isa Al-Masih adalah Allah yang hidup, penuh kasih dan amat sangat dapat dipercaya. Aku pun ingin kalian mengenal Dia …..

0 0 vote
Article Rating