(“Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku” adalah pengalaman pribadi sesungguhnya dari Penulis )Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku

Aku dibesarkan dalam keluarga yang taat. Keluargaku Bahagia sampai aku mengenal pria tersebut

Sebut saja namaku Zihan. Dari kecil aku adalah seorang yang taat dalam agama. Aku rajin solat, ngaji, belajar ilmu agama dan sebagainya. Pada usia 16 tahun aku menikah dengan seorang pria yang sangat baik. Dan kami membangun keluarga kecil dengan 2 orang anak, kami hidup sederhana tapi aku merasa hidupku lengkap dan bahagia.

Namun di awal tahun 2017 keluargaku hancur berkeping keping dan rasanya tak tersisa lagi. Bermula dengan kedatangan tamu seorang lelaki yang mengaku dari keluarga konglomerat, terhormat, dan berasal dari keluarga bupati kotaku. Singkat cerita diapun sering menginap di rumah kami dan bercerita banyak tentang dirinya. Menurut ceritanya, dia sedang dihukum oleh papanya karena sering berfoya-foya dan sekarang dia harus mencari wanita yang tidak silau dengan kekayaan dan bisa menerima dia apa adanya. Dia juga bilang bahwa semua fasilitas yang dia gunakan ditahan oleh keluarga seperti mobil mewah, kartu ATM dsb. Dan dia bilang bahwa wanita yang dia cari itu sudah dia temukan yaitu anak perempuanku satu-satunya.  Pengakuannya ini membuatku senang dan sekaligus bangga sekali akan punya mantu yang baik dan kaya. Orang ini memang sangat baik, penyayang, sopan, perhatian dan sebagainya. Namun ternyata sebenarnya itu hanyalah topeng yang dia gunakan untuk memperdayai keluarga kami. Aku tidak menyangka bahwa Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku.

Pria Iblis Itu Mulai Merusak Keluargaku

Waktu itu aku baru saja selesai sholat subuh. Tiba-tiba pria ini sudah ada di sampingku. Dan dia bertanya, apa cita-cita mama yang belum tercapai.  Dia memang sudah memanggilku mama. Kemudian aku jawab, aku ingin naik haji. Kejadian itu berulang sampai 3 hari berturut setiap selesai sholat subuh. Waktu itu aku tidak merasa curiga apa-apa. Dia juga bertanya, mama sudah punya uangnya belum untuk naik haji. Aku bilang bahwa aku sudah punya tapi dalam bentuk perhiasan emas.

Hari berikutnya dia bilang ingin menikahi anakku dan mas kawinya adalah sebuah tanah. Tapi dia minta aku membantu dia untuk membeli tanah itu. Harga tanahnya 100 juta, tapi aku cuma perlu bayar 45 juta saja. Sisanya dia yang akan menambahi. Dia juga berjanji uang 45 juta itu akan dia kembalikan dalam tempo 2 hari. Jadilah kemudian aku menjual seluruh perhiasanku, seharga 45 juta. Dan berangkatlah dia dan anakku ke tempat yang ditentukan. Ternyata semua itu hanya rekayasa. Dia sudah menyiapkan komplotannya untuk mengambil uang itu dari tangan anakku. Katanya, orang yang mengambil uang itu adalah ajudan mamanya. Akhirnya aku sadar bahwa aku sudah tertipu. Sore harinya ketika mereka pulang aku menanyakan bukti pembelian tanah itu. Dan dia bilang mamanya yang mengantar sertifikatnya. Sampai dua minggu kami menunggu, orangtuanya yang dia bilang akan datang, tidak juga muncul. Alasannya mamanya sedang keluar kotalah, ini lah, itu lah bla bla bla. Tapi aku masih gak sadar, Pria Itu Merusak Keluargaku.

Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku

Sementara aku sebagai seorang ibu tidak enak melihat anakku sepertinya sudah hidup bersama (kumpul kebo) dengan dia di rumah. Akhirnya mereka kami nikahkan di bawah tangan. Kondisi tidak semakin baik, malah dia semakin gencar morotin keluarga kami. Dan motor anak bungsuku menjadi sasaran dia selanjutnya.

Suatu hari ketika aku selesai sholat subuh, dia bilang anak bungsuku berada dalam bahaya. Motor yang sehari-hari dia pakai sudah ada jalinan ilmu hitamnya. Dia bilang, mama pilih anak atau pilih motor. Dia juga bilang, “tenang saja, nanti aa beliin motor yang baru”.

Dan akhirnya kami jual murah motor itu, yang penting motor itu terjual hari itu juga. Dan dia minta semua uang hasil penjualan motor itu. Alasannya untuk beli motor yang baru. Dan herannya aku tidak curiga dan mudah saja memberikan semua uang itu kepadanya.

Namun ternyata motor yang dijanjikan tidak kunjung datang. Anakku yang bungsu setiap hari menanyakan motor itu. Sampai tiga minggu aku coba menanyakan terus sama dia. Aku juga bilang, kalau motornya tidak ada, uangnya saja kembalikan. Dia hanya bilang,”mama tidak boleh pegang uang, harus aa yang pegang uangnya”. Herannya aku menurut saja apa yang dia bilang.

Pria Iblis Itu Semakin Merusak Keluargaku

Akal bulusnya mulai lagi ketika suatu hari dia bertanya, “mama masih pegang uang, mana uangnya?”. Herannya aku berikan saja uang itu kepadanya, tanpa banyak tanya. Uang itu aku masukkan dalam sebuah Al Quran, jumlahnya sekitar 5 juta rupiah. Aku bilang bahwa uang itu untuk bayar arisan. Lalu dia ambil uang itu dan membungkusnya dengan sebuah kain putih. Dia bilang, uang itu tidak akan habis tujuh turunan, tunggu saja, jangan dibuka, hanya dia yang boleh membukanya. Lagi-lagi aku menurut saja. Aku masih belum saja sadar bahwa Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku.

Masih belum cukup sampai di situ dia memperdaya kami. Pada suatu hari dia pergi membawa laptop dan pulang laptop itu sudah dia jual. Dan yang paling parah, suatu malam dia menanyakan surat kreditan mobil. Dia bilang surat itu harus dia pegang karena ada tanda jempol aku pada berkas dokumen tersebut. Kemudian dia ambil surat-suratnya dan pergi keluar.

Kira-kira satu jam kemudian dia telpon dan bilang mobil itu harus disembunyikan, alasannya karena mamanya tahu bahwa keluarga kami punya mobil, padahal anak saya mau diberikan mobil oleh mamanya. Tanpa banyak tanya mobil itu pun dibawa oleh komplotan dia. Dua hari kemudian aku menanyakan di mana mobil itu. Dan bilang mobilnya sedang di bengkel. Hari berganti hari, dan akhirnya sebulan lebih mobil itu tidak juga pulang. Karena sering kami tanyakan soal mobil itu, dia pun pergi dari rumah. Akhirnya aku lapor polisi dan ke pihak leasing. Berbulan-bulan nasib kami seperti di ujung tanduk. Pihak leasing terus menagih pembayaran mobil itu dan lebih dari 4 bulan dia tidak juga muncul.

Pria Iblis Itu Terus Merusak Keluargaku

Tapi anehnya, anakku ternyata anakku masih terus berkomunikasi dengan dia lewat telepon. Aku larang dia untuk berhubungan dengan iblis itu dan akhirnya anakku kabur dari rumah. Alasannya kerjanya pindah sehingga dia harus kontrak rumah dekat dia bekerja. Hampir 6 bulan anakku pergi dari rumah. Aku penasaran, diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun coba menyelidiki. Aku terkejut melihat ada seorang laki-laki mirip suaminya di kontrakan anakku.

Saking penasarannya aku datangi kontrakannyan dan ternyata benar, anakku memang menyembunyikan laki-laki jahat itu di sana. Aku sangat emosi melihat dia, aku mencoba tenang dan mengambil air minum, tapi ternyata di kulkas kosong tidak ada air, jadi aku hanya minum susu yang ada. Dengan sangat marah aku omelin dan usir dia. Tapi dia genggam tangganku dan berkata, “ma, aa sudah berubah”. Entah mengapa aku menjadi lemah setelah menatap mata dia. Kemudian dia keluar dan kembali dengan 2 botol teh pucuk, dia berikan sebotol kepadaku dan menyuruhku minum. Aku mendengar juga bahwa dia menyuruhku minum sampai habis. Entah kenapa, aku masih belum sadar bahwa Pria Iblis Itu Merusak Keluargaku.

Baca kelanjutan kisah ini di “Dia Memperkosaku setelah mengguna-gunaiku”

0 0 vote
Article Rating